Arsip

Arsip untuk Maret, 2009

Ramai-Ramai Bayar Pajak

[ Sabtu, 28 Maret 2009 ]

PNS Pemkab Setorkan SPT
npwp-dalamPONOROGO-Taat pajak merupakan kesadaran yang perlu dikembangkan. Tidak hanya sekadar mengikat masyarakat yang sudah mengantongi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tapi juga untuk komunitas yang masih belum sadar akan wajib pajak.

Cermin itulah yang menjadi faktor utama para pejabat lingkup pemkab ramai-ramai menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo, kemarin (27/3).

Bupati Muhadi Suyono yang didampingi Wabup Amin secara simbolis menyerahkan SPT tahunan 2008. NPWP orang nomor satu dilingkup pemkab itu 05.130.511.8-647. Sedangkan, Amin NPWP 08.685.265.4-674. ”Semua warga Indonesia wajib pajak. Baik itu pejabat, aparat maupun rakyat jelata tidak ada perbedaan,” terang Muhadi Suyono, saat dikonfirmasi koran ini.

Menurut dia, kewajiban akan pajak harus ditumbuhkembangkan. Mengingat, masih banyak masyarakat yang tidak sadar akan kewajibannya itu. Padahal, disisi lain pajak sangat berguna meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. ”Kita membayar pajak, kita juga yang bakal menikmatinya. Jadi ini merupakan suatu rantai yang saling menguntungkan,” ungkapnya.

Sementara, Elvis Yanwar Siregar Kepala KPP Pratama Ponorogo mengatakan, batas waktu wajib pajak perorangan penyampaian SPT tahunan berakhir hingga 31 Maret nanti. Sedang, badan hukum sudah harus menyerahkan SPT tahunan sampai 30 April mendatang.. ”Jika hingga batas yang telah ditentukan belum melapor ke pihak kami (KPP, red) bakal dikenai sanksi denda Rp 100 ribu per SPT. Sedangkan, untuk badan hukum bisa dikenai Rp 1 juta per NPWP,” ucap Elvis Yanwar Siregar.

Disinggung soal kesadaran masyarakat Ponorogo akan kewajiban membayar pajak, menurutnya cukup membanggakan. Terbukti, meski baru setahun terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Sayangnya, mereka kurang peduli dalam proses pelaporan kepada dinas terkait. ”Kalau bayarnya gampang, hanya saja masyarakat cenderung pasif untuk melapor ke dinas terkait. Hal itulah yang biasanya menjadi persoalan bagi wajib pajak,” tegasnya.(dip/eba)

Categories: berita PONOROGO

Korban Tewas Situ Gintung 56 Orang

Jumat, 27 Maret 2009 pukul 16:49:00

Korban Tewas Situ Gintung 56 Orang
ANTARA : ANGKAT JENAZAH. Beberapa anggota SAR mengangkat jenazah korban banjir bandang akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Banten, Jumat (27/3). Tanggul buatan Belanda tersebut jebol mengakibatkan sedikitnya 56 orang tewas dan lebih dari 600 rumah

JAKARTA — Sampai Jumat (27/3) korban tewas jebolnya Situ Gintung mencapai 56 orang. Sekitar 600 rumah warga rusak. Berbagai bantuan dan kunjungan masyarakat, pejabat, tokoh partai politik datang ke lokasi kejadian hingga petang. Hingga kini para korban yang hilang juga masih diupayakan pencarian.

Belakangan, malah diketahui bahwa Situ Gintung bukanlah danau. Kepala Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane Pitoyo Subandrio mengatakan, Situ Gintung bukanlah danau, melainkan bendungan kecil yang dulunya digunakan irigasi. Karena hujan lebat sehari sebelumnya, maka air meluap dan bendungan pun jebol.

”Permukaan air naik secara drastis. Karena airnya naik, maka limpahanmya ini juga naik karena lebarnya hanya lima meter. Selama ini belum pernah ada hujan selebat itu dalam waktu yang singkat. Maka airnya naik terus, melimpah dan bendungan jebol,” katanya di daerah Situ Lembang saat ada peninjauan ke sana, Jakarta, Jum’at (27/3).

Dikatakannya, bendungan kecil sepanjang 200-an meter ini dibuat oleh Belanda tahun 1932, selesai 1933. Ini bendungan urugan homogen dengan area pelimpah (spill way) lebarnya 5 meter. Di situ ada pintu untuk irigasi zaman dulu yang sekarang ukurannya kecil karena menjadi areal rumah.

Bendungan yang jebol tak hanya terjadi di Ciputat saja, namun bisa juga terjadi di bendungan yang lain kalau terjadi limpahan air. Kondisi yang membuat jebol bendungan Situ Gintungitu adalah genangan air yang meluap. Dari genangannya seluas 21 hektar, artinya kurang lebih 1,5 juta kubik air. ”Itulah yang jebol mendorong ke bawah sehingga rumah-rumah itu tersapu begitu saja.”

Rumah-rumah itu, dari hasil pengamatannya, sudah masuk ke jalur air dan berada di daerah lereng bendungan. ”Masyarakat juga harus diberi pemahaman, harus berada di zona aman karena pelestarian air itu penting. Konservasi itu penting. Ini harus dijaga juga luasannya.”

Saat ini, Ari Murwanto, kepala pusat penelitian bangunan air di lokasi untuk mengadakan penelitian. Pihaknya sendiri sudah membawa bronjong kawat untuk mengamankan tebing bendungan. ”Bendungan kalau urugan ya jebol, baik tanah, tanah dan batu, pasti jebol kalau terjadi limpasan, karena mudah tererosi. Lain halnya kalau dari beton. Kami akan bangun kembali dari dana tanggap darurat.”

Menurutnya, pembangunan bendungan ini harus dilakukan untuk konservasi. Pelestarian sumber air itu langkah yangpenting. ”Justru sekarang dengan sisa-sis yang ada harus dilestarikan, nanti kalau dijadikan perumahan semua gak ada lagi untuk air.”

Pemerintah Memanggil Konsultan Jepang

Pemerintah langsung memanggil konsultan dari Jepang untuk memperbaiki bendungan Situ Gintung yang jebol pada Kamis dini hari dan memakan korban 52 orang meninggal.Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di lokasi bencana Desa Cireunde, Tangerang, Jumat, mengatakan perbaikan bendungan Situ Gintung akan langsung dikerjakan.
“Jangka pendeknya langsung dikerjakan. Itu sudah saya panggil para ahli dari Jepang. Saya panggil langsung,” ujar Djoko.

Menurut Djoko, Sabtu (27/3) besok Kementerian PU akan menggelar rapat dengan para ahli bangunan Jepang itu guna membahas kontruksi bendungan Situ Gintung yang baru.”Mereka besok akan rapat di kantor untuk membuat desain yang bagus,” kata Djoko.

Untuk sementara, ia menjelaskan supaya tembok bendungan yang tersisa tidak longsor akan dipasangi pelindung tebing atau kasur batu untuk mengganjal.”Ini langkah darurat. Untuk langkah permanennya harus direncanakan dulu. Kita tangani dulu oleh pusat untuk sementara,” ujarnya.

Karena penanganan bendungan Situ Gintung masuk ke sistem tanggap darurat, Djoko menjelaskan dana untuk penanggulangan sementara juga menggunakan dana darurat. Djoko menjelaskan, dari sisi teknis bendungan Situ Gintung jebol karena tidak mampu lagi menampung debit air yang sangat besar.Limpahan air yang begitu banyak dalam waktu singkat membuat dinding bendungan berusia 60 tahun itu jebol secara tiba-tiba.

Ketika mengunjungi lokasi bencana, Presiden Yudhoyono menginstruksikan agar bendungan Situ Gintung dibangun kembali dengan kualitas dan perencanaan konstruksi yang baik. dew/ant/kpo

By Republika Newsroom

Hingga Exclusive Amatir Video Tanggul Situ Gintung

Antusiasme Dalam Hidup

24 Maret 2009 2 komentar

tanadi-santosoUmur membuat kulit kita keriput, tapi kehilangan antusiasme dalam hidup membuat jiwa kita keriput. Umur boleh menua, namun jiwa masih awet muda selama masih menggenggam antusiasme.

Sebuah peribahasa menarik dari Native America Proverb, “The soul would not have rainbow if the eyes had no tears.” Peribahasa yang mengilhami bangsa Amerika untuk selalu bangun setelah jatuh membangun bangsanya menjadi lebih maju.

Mereka bilang, hanya dengan keberanian kita menerima kesedihan dan airmata dengan tangan terbuka, yang membuat kita nantinya akan mampu melihat indahnya pelangi jiwa. Orang baru bisa menikmati kehidupan, keindahan, kebahagiaan, setelah dia tahu arti kesedihan. Dia akan merasakan kesuksesan setelah pernah mengalami kegagalan. Setelah semuanya pernah mengalirkan air mata.

Dalam hubungan lelaki-perempuan, persahabatan, atau percintaan kadang kala timbul gangguan, hambatan yang membuat kita merasa sedih. Namun bilamana telah melewati hal itu hubungan itu akan menjadi lebih baik, lebih berbahagia dan lebih mencintai.

Orang selalu berharap mulai berbisnis bisa langsung sukses, atau mengharapkan bisnisnya sukses terus tidak pernah gagal. Tentu saja hal ini tidak bisa. Kita baru bisa benar-benar menghargai dan menerima kesuksesan bilamana kita pernah gagal. Bila kita pernah tahu merasakan akan gagal seperti apa. Dan tidak menyalahkan yang lain, kalau kita gagal. Karena yang penting adalah selalu penuh antusiasme tanpa kehilangan sedikitpun untuk melewati kegagalan demi kegagalan.

Antusiasme itulah yang menjadi motor dalam kehidupan kita. Antusisamelah yang menjadi inspirasi untuk terus berkarya dan berjuang untuk menuju yang lebih baik. Umur bisa saja membuat kulit kita keriput, namun kehilangan antusiasme dalam hidup, justru menjadikan jiwa kita keriput.

Maka kita harus berani menerima kesedihan, namun kita tetap menyiapkan diri dengan antusiasme kita menghadapi kehidupan ini untuk mencapai kemajuan yang lebih baik.

Categories: motivasi bisnis

Berapa Sih Gaji Anggota DPR?

Jakarta : Berapa Sih Gaji Anggota DPR?
ABOUT THE AUTHOR

Saat ini ribuan caleg berlomba-lomba menjadi anggota DPR. Tapi ngomong-ngomong berapa sih gaji mereka?

Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali.

Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000

Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.

Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:

Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU

Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000.
Wow!

Categories: 1

Digendam, Mahasiswi Merugi Rp 6 Juta

[ Minggu, 22 Maret 2009 ]
1pat

PONOROGO-Kawanan penipu bermotif gendam berkeliaran mencari mangsa. Mereka siang kemarin (20/3) mulus memerdayai Karmita, 25, mahasiswi asal Talun, Ngebel, Ponorogo. Aksi penipuan ini terjadi persis di depan SDN 2 Bangunsari Jalan Sultan Agung, sekitar pukul 13.30.

Ada dua lelaki sengaja mendekati Karmita lalu mengajak berbincang. Seorang di antaranya berkilah meramal bahwa calon korbannya itu memiliki penyakit. Seorang pelaku yang berumur lebih tua sengaja bersilat lidah mampu menyembuhkan penyakit Karmita.

Selepas itu, korban merasa di bawah alam sadar hingga rela menyerahkan tas berisi dompet yang di dalamnya terdapat uang sebesar Rp 1,95 juta, handphone serta surat-surat penting.

Karmita juga terdiam ketika kalung dan cincin emas yang dikenakannya dilucuti. Saat tersadar, dia sudah tidak melihat lagi dua lelaki yang telah menipunya itu. Seingat Karmita, seorang dari dua lelaki penipu tadi berpostur tinggi kurus berumur sekitar 25 tahun. Satunya lebih tua dan berbadan besar. ”Logat bicaranya seperti orang luar Jawa,” ungkap Karmita saat melapor ke Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Akibat aksi penipuan bermodus gendam yang menimpanya, korban merugi sekitar Rp 6 juta. Selain menyesalkan kehilangan� uang tunai, handphone dan perhiasan emas, korban juga merisaukan KTP, STNK dan kartu mahasiswa miliknya yang ikut raib digondol dua kawanan penipu itu. ”Mudah-mudahan segera tertangkap agar tidak muncul korban yang lain,” harap Karmita.

Menilik ciri-ciri yang mampu diingat korban, pelaku yang sama diduga pernah beraksi memerdayai Supiyah, 29, warga Ngraket, Balong, akhir November lalu. Penipu mengaku bernama Imam dan Slamet ketika bertemu dengan Supiyah di sebuah swalayan dekat alun-alun. Berlagak menanyakan sebuah alamat, Slamet yang berlogat Sumatera itu akhirnya sukses memreteli�� cincin, kalung dan giwang emas yang dipakai Supiyah. Uang sejumlah Rp 600 ribu di dompet juga ikut ludes. Kurang ajarnya, lelaki yang menyaru bernama Imam itu saat berkenalan sempat memberikan nomor telepon selulernya. (hw/eba)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.