Beranda > 1 > Dapat cek 4 Milyar????

Dapat cek 4 Milyar????


WANITA tua itu tiba-tiba masuk ruang tamu Yayasan Abdi Asih di Jalan Dukuh Kupang Surabaya pagi kemarin. Badannya gemetar. ”Saya tawari makan tidak mau. Dia hanya mau minum air putih sedikit,” kata Liliek Sulistyowati, bos yayasan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan itu. Ketika ditanya mengapa gemetar, pengemis itu langsung menyorongkan amplop cokelat. Mbak Vera -panggilan Liliek Sulistyowati- kemudian membuka amplop tersebut dan memperlihatkan isinya kepada pengemis tua tersebut. Isinya, surat keterangan tanah di Jalan Pasir, Wosi, Manokwari, seluas 46.927 meter persegi yang dikeluarkan Kantor Pertanahan Manokwari. SIUP atas nama PT Petronas Usaha Mandiri beralamat di Jalan HR Rasuna Said Kav I B No 03, Menara Rajawali, Jaksel, dengan Presiden Direktur Husein Djojonegoro. Dalam SIUP itu disebutkan bahwa perusahaan tersebut bergerak di bidang distributor barang/jasa alat konstruksi dengan omzet Rp 20 miliar. Selain itu, ada selembar cek kontan senilai Rp 4,7 miliar. Ketika Vera mengatakan ada cek, pengemis itu mendadak pucat. ”Kulo ajrih. Disalap mriki kemawon. Mpun, kulo mantuk riyin (Saya takut. Ditaruh sini saja. Saya mau pulang dulu, Red),” kata Mbak Vera menirukan ucapan pengemis itu. Cek tersebut berasal dari BRI Cabang Manokwari, nomor rekening CEI 626719, nomor seri 221 01500 321 1. Di cek itu bertuliskan, uang sejumlah itu bisa dicairkan kepada si pembawa. ”Tentu saja saya kaget,” kata Mbak Vera. Apalagi, dia tak begitu mengenal pengemis tersebut. ”Saya biasanya memanggil pengemis itu dengan sebutan jeng. Biasanya dia datang tiap Minggu, saya beri beras atau uang, bila saya ada uang,” katanya. Namun, Vera tidak tahu tempat tinggal dan latar belakang wanita yang ditaksir berusia 70 tahunan itu. ”Dia cuma bilang di Simo Gunung Kramat, tapi persisnya tak mau menunjukkan,” paparnya. Wanita itu, cerita Vera, menemukan amplop tersebut di perempatan Jalan Dukuh Kupang. ”Dia menemukan amplop itu tercecer di pinggir jalan. Merasa isinya penting, dia membawanya,” katanya. ”Saya tak tahu kenapa saya yang dijujug,” sambungnya. Ketika Vera hendak menghubungi Husein, presiden direktur yang tertulis dalam SIUP PT Petronas, wanita itu malah ngeloyor pulang begitu saja. ”Sudah saya tahan, tapi dia bersikeras pulang,” katanya. Husein memang mengakui kehilangan sejumlah dokumen penting. ”Saya minta tolong agar dokumen itu disimpankan dulu. Karena dokumen itu sangat penting bagi kami,” katanya ketika dihubungi via telepon sore kemarin. Saat dihubungi, Husein mengaku berada di Jakarta. Sekitar tiga minggu lalu dia melakukan perjalanan bisnis ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. ”Saya baru sadar sebagian dokumen saya hilang Jumat malam. Jadi, saya belum sempat memblokirnya,” terang Husein. Karena itu, dia berterima kasih kepada penemu dan bersedia menyimpankan cek dan dokumen-dokumen tersebut. ”Akan ada imbalan sepantasnya. Saya sangat lega bila dokumen tersebut ternyata berada di tangan yang aman,” katanya. Dia akan secepatnya mengirim orang untuk mengambil dokumen-dokumen tersebut dan memberi imbalan kepada pihak-pihak yang mengamankan. Namun, Vera tidak butuh imbalan. ”Yang sepantasnya dapat imbalan ya pengemis itu,” katanya. Sayang, hingga kemarin sore Vera belum tahu rumah pengemis tersebut. Dia sudah memerintahkan dua stafnya untuk mencari, namun hasilnya nihil. ”Simo Gunung Kramat terlalu luas untuk mencari seorang pengemis tua yang namanya saja tak diketahui,” katanya. Dia bertekad menanyakan alamatnya jika pengemis itu datang lagi Minggu depan. ”Soalnya, dia yang menemukan dokumen-dokumen ini. Saya hanya ketitipan,” paparnya. Vera berharap dokumen-dokumen tersebut segera diambil yang bersangkutan. Juru bicara Polwiltabes Surabaya AKBP Sri Setyo Rahayu memuji kejujuran pengemis itu dan Vera. ”Patut diapresiasi,” katanya. Hanya, perwira yang akrab dipanggil Yayuk itu mengingatkan masyarakat agar tak gampang percaya. Sebab, bisa jadi ”kehilangan dokumen” itu merupakan sebuah modus penipuan. Lebih lanjut dia mengatakan sangat kasihan jika kejujuran masyarakat dibalas dengan sebuah penipuan. ”Bila ada alamat atau nomor kontak, silakan dihubungi. Dan, si pemilik diharap segera mengambilnya,” urainya. Beberapa kali pihak kepolisian menerima laporan penipuan. Antara lain, kata Yayuk, penipu sengaja menjatuhkan sejumlah dokumen penting di jalan dan memberikan nomor kontak. Tujuannya agar yang menemukan segera menghubungi. ”Selanjutnya, seperti modus penipuan via telepon yang selama ini terjadi,” tutur perwira yang sehari-hari menjabat Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya itu. Korban digiring ke ATM dengan alasan disuruh mengecek rekening, kemudian tanpa sadar mentransfer sejumlah uang kepada penipu. ”Hanya, mungkin caranya sekarang sangat halus,” katanya. Pihaknya siap mendampingi masyarakat bila menemukan hal-hal serupa. ”Agar tidak jatuh lagi korban penipuan dengan modus yang semakin variatif,” kata perwira dengan dua mawar di pundak tersebut. Memang, agak janggal seorang pengusaha mengeluarkan cek tunai Rp 4,7 miliar. Apalagi, tanpa dikros, juga tidak atas tunjuk. Artinya, cek itu bisa dicairkan siapa saja yang mengambilnya. Jadi, kita tunggu saja. Sumber : Jawapos

UPDATE

Penemuan Cek Senilai Rp 4,7 M Ditengarai Modus Penipuan

PENEMUAN cek senilai Rp 4,7 miliar dua hari lalu tampaknya merupakan sebuah modus penipuan. Dugaan tersebut muncul setelah banyak warga Surabaya menemukan banyak dokumen serupa tercecer di jalanan. Semua dokumen itu merujuk ke satu nama, yakni Husein Djojonegoro, presiden direktur PT Petronas Usaha Mandiri.

Liliek Sulistyowati misalnya. Koordinator Yayasan Abdi Asih, sebuah yayasan kemanusiaan, itu “ketitipan” surat izin usaha perdagangan (SIUP), surat tanah, dan cek senilai Rp 4,7 miliar. Cek tersebut ditemukan seorang pengemis tua. Nah, kemarin (9/3) Mbak Vera, panggilan akrabnya, kedatangan empat tamu lagi yang menemukan dokumen serupa.

“Saya kedatangan banyak tamu. Terus, belum ada satu pun orang Husein yang datang untuk mengambil dokumen penting tersebut,” ujar Mbak Vera. Totalnya, kini Mbak Vera menyimpan lima dokumen. “Ya cek, SIUP, dan surat tanah. Hanya, nomor ceknya beda,” ucapnya kemarin sore.

Dugaan itu ditambah dengan banyaknya telepon yang diterima Jawa Pos. Bila dijumlah, sudah sekitar 15 warga yang menemukan surat serupa. Bahkan, seorang pengacara yang mengaku bernama Sugiarto berancang-ancang menjerat Husein. “Itu berarti ada pemalsuan dokumen. Tak mungkin ada banyak dokumen asli dan tercecer sedemikian rupa,” terang Sugiarto.

Jawa Pos bahkan pernah menelepon Husein di nomor 081381218887. Awalnya, dengan berpura-pura tidak tahu, Jawa Pos bertanya adakah dokumen Husein yang hilang. Dengan nada meyakinkan, Husein meminta Jawa Pos untuk menyimpan baik-baik dokumen tersebut.

Bahkan, Husein menjanjikan imbalan Rp 150 juta bagi yang mau mengembalikan. “Kalau tidak sempat, bisa ditransfer via rekening,” kata Husein. Ketika ditanya, sebenarnya ada berapa banyak dokumennya yang hilang, dia pura-pura tidak tahu dan balik bertanya, “Lho, bukankah cuma tiga hal yang saya sebutkan tadi. Maksud Bapak bagaimana sih?”

Ketika disebutkan bahwa lebih dari sepuluh orang juga menemukan cek dan dokumen serupa, Husein gelagapan. “Ehm..ya..ehm..gini, coba nanti saya cek anak buah saya,” ucap Husein. Sambungan telepon kemudian diputus. Dihubungi lagi, teleponnya sudah tak pernah aktif.

Di bagian lain, AKBP Sri Setyo Rahayu selaku juru bicara Polwiltabes Surabaya mengimbau masyarakat untuk waspada dengan modus penipuan. “Pokoknya, cirinya, hati-hati bila dibimbing ke ATM lewat telepon. Suaranya bisa sangat menghipnotis,” tegas perwira yang akrab dipanggil Yayuk tersebut.

Yayuk menyatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim untuk menelusuri modus penipuan seperti itu. “Kami tengah melacaknya. Doakan saja cepat terungkap,” urai perwira dengan dua mawar di pundak tersebut.

Seperti diberitakan, Minggu lalu (8/3) seorang pengemis tua menemukan sebuah amplop cokelat tua berisi dokumen penting. Di antaranya, SIUP yang diatasnamakan PT Petronas Usaha Mandiri yang beralamat di HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sebuah surat tanah, dan cek BRI Cabang Manokwari senilai Rp 4,7 miliar.

Oleh pengemis itu, dokumen tersebut dititipkan ke Yayasan Abdi Asih. Pihak yayasan itu kemudian segera menghubungi pemiliknya agar dokumen tersebut segera diambil. Selain itu, Abdi Asih mengumumkan secara terbuka soal penemuan dokumen oleh pengemis tua tersebut. Rupanya, dokumen itu ternyata awal dari sebuah modus penipuan.

BEWARE

  1. Rahmi rizky amelia
    16 Januari 2010 pukul 6:33 am

    Wah..ternyata cek tsb sudah menyebrang sampai ke kalimantan timur tepatnya Balikpapan.Setelah sholat subuh,ibu saya juga pernah mendapatkan cek serupa yg tersimpan d dalam amplop coklat d depan pagar rumah kami..awalnya kami sempat terkejut tetapi tak sampai semenit kami sadar bahwa itu adalah penipuan..dapat jelas terlihat di ceknya..setahu saya tidak ad cek yg menggunakan kertas seperti kertas HVS yg kalau dipegang terasa agak keras…apalagi dari Monokwari..g masuk akal banget deh…langsung saja saya merobek cek tersebut dan membuangnya ke tempat sampah..mudah2n banyak orang yg sadar bahwa cek itu adalah sebuah penipuan..

  2. belajar jadi diri sendiri
    24 Januari 2010 pukul 10:18 am

    wah semakin banyak saja moduks penipuan yang terjadi di Indonesia.
    ckckckckc… ironis memang dengan keadaan seperti ini, tapi setidaknya kita yang mengetahui hal tersebut segera menginformasikan kepada orang sekitar/terdekat.

  3. 22 Agustus 2010 pukul 4:47 am

    fuck cek……

  4. wawan
    2 September 2010 pukul 2:01 pm

    benar, saat ini rekan saya juga mendptkan check yang sama 4,7 m, atas nm hery subiantoro,se,msi pt.jaya mandiri. terimakasih atas infonya. wawan.cibubur jakarta timur

  5. Dina
    19 Desember 2010 pukul 7:11 pm

    sekarang cek nya udh nyampe ne ke pekanbaru. cek sebesar 4,7 m (manokwari) itu didapatkn oleh saudara saya di pinggir jalan. emang dasar . . . apa gk ada lg cara cari duit yang lebih halal. hidup bukan cm didunia ini saja, tetapi jg akhirat. taubatlah…cari duit dgn cara halal.

  6. 17 Januari 2011 pukul 10:14 am

    saya juga menemukan amplop coklat berisi dokumen manuk wari+cek tapi cuma 2,7 M.saya penasaran lalu ke bank mencairkan cek tsb, dan ternyata saya dapat dan berhasil….maksudnya dapat malu karena cek kosong.

  7. Asep Bambang
    2 Maret 2015 pukul 11:42 pm

    PENIPUAN SERUPA TERJADI DI BANDUNG MALAM INI TGL. 2 MARET 2015 , DENGAN CEK SENILAI Rp. 1.700.000.000,-

  8. Sulamin Harjun
    8 Juni 2015 pukul 8:47 am

    hal serupa juga terjadi di halmahera barat malam tadi ketika sya keluar rumah mendapat sebuah amplop warna coklat yang berisikan cek dengan senilai Rp.4.700.000.000

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: