Beranda > 1 > Digendam, Mahasiswi Merugi Rp 6 Juta

Digendam, Mahasiswi Merugi Rp 6 Juta


[ Minggu, 22 Maret 2009 ]
1pat

PONOROGO-Kawanan penipu bermotif gendam berkeliaran mencari mangsa. Mereka siang kemarin (20/3) mulus memerdayai Karmita, 25, mahasiswi asal Talun, Ngebel, Ponorogo. Aksi penipuan ini terjadi persis di depan SDN 2 Bangunsari Jalan Sultan Agung, sekitar pukul 13.30.

Ada dua lelaki sengaja mendekati Karmita lalu mengajak berbincang. Seorang di antaranya berkilah meramal bahwa calon korbannya itu memiliki penyakit. Seorang pelaku yang berumur lebih tua sengaja bersilat lidah mampu menyembuhkan penyakit Karmita.

Selepas itu, korban merasa di bawah alam sadar hingga rela menyerahkan tas berisi dompet yang di dalamnya terdapat uang sebesar Rp 1,95 juta, handphone serta surat-surat penting.

Karmita juga terdiam ketika kalung dan cincin emas yang dikenakannya dilucuti. Saat tersadar, dia sudah tidak melihat lagi dua lelaki yang telah menipunya itu. Seingat Karmita, seorang dari dua lelaki penipu tadi berpostur tinggi kurus berumur sekitar 25 tahun. Satunya lebih tua dan berbadan besar. ”Logat bicaranya seperti orang luar Jawa,” ungkap Karmita saat melapor ke Sat Reskrim Polres Ponorogo.

Akibat aksi penipuan bermodus gendam yang menimpanya, korban merugi sekitar Rp 6 juta. Selain menyesalkan kehilangan� uang tunai, handphone dan perhiasan emas, korban juga merisaukan KTP, STNK dan kartu mahasiswa miliknya yang ikut raib digondol dua kawanan penipu itu. ”Mudah-mudahan segera tertangkap agar tidak muncul korban yang lain,” harap Karmita.

Menilik ciri-ciri yang mampu diingat korban, pelaku yang sama diduga pernah beraksi memerdayai Supiyah, 29, warga Ngraket, Balong, akhir November lalu. Penipu mengaku bernama Imam dan Slamet ketika bertemu dengan Supiyah di sebuah swalayan dekat alun-alun. Berlagak menanyakan sebuah alamat, Slamet yang berlogat Sumatera itu akhirnya sukses memreteli�� cincin, kalung dan giwang emas yang dipakai Supiyah. Uang sejumlah Rp 600 ribu di dompet juga ikut ludes. Kurang ajarnya, lelaki yang menyaru bernama Imam itu saat berkenalan sempat memberikan nomor telepon selulernya. (hw/eba)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: