Beranda > berita PONOROGO > Ingin Jadi Polisi, Ratusan Juta Melayang

Ingin Jadi Polisi, Ratusan Juta Melayang


[ Selasa, 07 April 2009 ]

Pendaftaran Polisi

PONOROGO – Lantaran tergiur sang anak menjadi anggota Polri, orang tua harus merugi Rp 100 juta lebih. Si penangguk untung yang mengaku memiliki banyak kenalan petinggi di Mabes Polri itu adalah Harwito Raharjo alias Hang, 60. Berdasar KTP, dia beralamat di Perum Rawa Tembaga, Bekasi Barat. Hang seakan sengaja menjadikan korbannya ATM hidup. Sebab, dia diduga menerima 49 kali pembayaran total Rp 123,2 juta.

Penipuan yang menimpa Bambang S., 54, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Ponorogo, itu mulai terjadi Januari 2008. Bambang telanjur percaya kepada Hang yang mengobral janji memiliki lobi ke salah seorang jenderal polisi yang mampu memuluskan tes masuk Secaba Polri. Karena itu, korban rela menyerahkan uangnya secara bertahap hingga jumlahnya bengkak. “Sebagian lewat transfer, lainnya diserahkan tunai,” ungkap Bambang kepada polisi.

Bahkan, anak laki-laki Bambang yang hendak dimasukkan ke Secaba Polri tersebut pernah berada di Jakarta selama tiga bulan. Janji Hang ternyata hanya isapan jempol. Menunggu setahun lebih, anak Bambang tak kunjung lolos rekrutmen Secaba Polri. Korban akhirnya meminta uangnya kembali sesuai dengan janji Hang yang jauh hari berani menjamin tak berkurang sepersen pun bila ternyata anaknya gagal tes. “Tidak pernah dikembalikan,” keluh korban.

Dugaan penipuan itu akhirnya sengaja dilaporkan ke Polres Ponorogo. Hang akhir pekan kemarin kebetulan pulang kampung ke Ponorogo lantaran orang tuanya yang beralamat di Jalan KBP Duryat meninggal. Polisi sengaja menyanggong tersangka serampung pemakaman. Terungkap dalam pemeriksaan, Hang di Jakarta ternyata bergerak di bisnis instalasi listrik.

Menurut Kasatreskrim AKP Suhono yang mewakili Kapolres Ponorogo AKBP Etik Margawati, tersangka kasus penipuan itu resmi ditahan. Unsur tipu muslihat untuk menguntungkan diri sendiri kental dilakoni Hang. Padahal, proses rekrutmen anggota Polri kini menganut asas transparansi. “Tidak mungkin ada praktik suap. Masyarakat jangan mudah percaya, segera lapor bila ada orang yang berani menjanjikan jalur mudah masuk Secaba Polri,” terang dia kemarin. (hw/jpnn/end)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: