Beranda > berita PONOROGO > Rekapitulasi PPK Diwarnai Protes

Rekapitulasi PPK Diwarnai Protes


Radar Madiun

[ Selasa, 14 April 2009 ]

PAN Mengkalim Kehilangan Puluhan Suara

PONOROGO – Ketegangan sempat mewarnai proses rekapitulasi suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Ponorogo, kemarin (13/4). Beberapa simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) melayangkan protes hilangnya puluhan suara sah. Bahkan, suasana sempat memanas ketika para kader partai matahari biru tersebut memaksa PPK membuka segel untuk membuktikan kebenarannya.

”Di TPS 04 Kelurahan Surodikraman ada kejanggalan. Kami merasa dirugikan, sebab banyak suara partai yang hilang,” ungkap Suhadi, ketua DPC PAN Kota Ponorogo saat dikonfirmasi koran ini.

Setelah dilakukan cross check petugas PPK dan saksi yang hadir, dalam rekap plano besar tertera PAN meraih tujuh suara. Temuan tersebut mengejutkan banyak pihak. Apalagi, dalam berita acara yang ditandatangani kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan saksi tertulis tanpa suara. ”Saksi yang kami turunkan di TPS mengaku membubuhkan tanda tangan atas suruhan KPPS sebelum penghitungan suara selesai,” ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya masih mencari bukti lain terkait kesemrawutan pelaksanaan pileg 9 April lalu. Khususnya di daerah terisolir. Sebab, dugaan sementara kawasan yang paling sulit terjangkau PPK, diduga banyak kecurangan. ”Di Kota saja banyak pelanggaran, apalagi di daerah pelosok. Seperti Kecamatan Ngrayun dan Sawoo,” tegasnya.

Slamet Gunadji, anggota PPK Kota, mengatakan sesuai prosedur bakal melengkapi data yang dianggap kurang. Seperti kasus suara hilang yang menimpa PAN, pihaknya mengalkulasikan dengan perolehan suara. ”Plano besar sudah menjadi bukti, untuk itu kami sesuaikan dengan rekapan plano tersebut,” kilahnya.

Dia menambahkan, selama proses rekapitulasi surat suara yang hingga kemarin sore baru terselesaikan 70 persen, pihaknya mengerjakan secara profesional. Bila ada kesalahan administrasi, kata dia, bukan suatu kesengajaan. ”Demi menyelesaikan rekapitulasi kali ini, kami bekerja secara akomodatif,” ucapnya.

Disisi lain, Agung Nugroho, anggota KPUD Ponorogo, menjelaskan setiap tahapan penghitungan suara memang harus dikawal semua pihak. Hal itu dilakukan demi validitas data. Jadi wajar bila ada sedikit gesekan di tingkat bawah saat melakukan rekapitulasi suara. ”Kami bisa melengkapi data-data yang dianggap kurang. Itulah kenapa penghitungan suara membutuhkan waktu lama,” pungkasnya.

Berapa suara tidak sah dalam pemilu legislatif (pileg) kali ini di Ponorogo? Data sementara yang diperoleh, prosentase suara rusak itu mencapai hampir 10 persen. Sebagian pemilih sempat mengaku gagap ketika berada di bilik suara. Mereka bingung ketika menghadapi surat suara yang lebar. Melipatnya kembali juga dirasakan ribet.

Padahal, ada empat surat suara yang disodorkan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) ke pemilih. Satu surat suara untuk DPR, tiga lainnya masing-masing untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota/Kabupaten. Kebanyakan pemilih lansia juga gugup ketika harus mencontreng. ”Seumur-umur, jarang pegang pulpen. Kalau harus tanda tangan, biasanya pakai cap jempol,” kata Mesirah, warga Badegan.

Tepat atau tidaknya cara mencontreng juga tergantung dari sosialisi caleg ke calon pemilihnya selama ini. Ada caleg yang diuntungkan karena nomor urut partai serta model lipatan kertas suara. Pemilih tanpa perlu membuka penuh surat suara sebelum membubuhkan tanda contrengannya. ”Ada juga pemilih yang menyerahkan surat suara dalam keadaan terbuka lebar setelah dicontreng ke petugas KPPS karena kebingungan cara melipatnya,” ungkap seorang tim sukses.

Cara sosialisasi yang keliru ternyata juga dapat mengakibatkan surat suara tidak sah. Model kampanye ke pemilih agar menghitung beberapa kotak ke kanan lalu beberapa kotak lagi ke bawah, dilakukan pemilih dengan menekan pulpen ke di kotak suara hingga meninggalkan garis panjang horisontal dan vertikal. ”Repot kalau pemilihnya buta huruf.” (dip/hw/sad)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: