Korupsi PNPM


[ Kamis, 01 Oktober 2009 ]

Berkas Korupsi PNPM Dilimpahkan

Satu Tersangka, Negara Rugi Rp 258 Juta

penyaluran pnpm mandiri ponorogoPONOROGO – Janji Polres Ponorogo segera menuntaskan kasus dugaan korupsi Progam Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Ngrayun bukan sekadar isapan jempol. Awal pekan ini Sat Reskrim telah melimpahkan berkas pemeriksaan kasus yang merugikan negara sekitar Rp 258 juta itu. ”Kemarin (Selasa) sudah kami limpahkan ke kejaksaan,” terang Kapolres AKBP Etik Margawati melalui Kasat Reskrim AKP Suhono, kemarin (30/9).

Dia mengungkapkan, berkas yang dlimpahkan itu setebal 25 centimeter. Berisi seluruh keterangan saksi dan tersangka kasus proposal fiktif PNPM. Sebelum menuntaskan penyidikan, tim penyidik telah memintai keterangan sekitar lima saksi. Di antaranya enam kepala desa, lima pengelola kegiatan, fasilitator dan penanggung jawab operasional kegiatan. ”Kami menunggu petunjuk kejaksaan, apakah masih ada yang kurang atau tidak dari berkas yang kami limpahkan itu,” katanya.

Jika tidak ada yang kurang, berarti berita acara pemeriksaan itu sudah dianggap lengkap. Sehingga pihaknya menyerahkan seluruh barang bukti berikut tersangka Sri Mulyani yang juga Kades Binade. ”Semoga saja sudah lengkap, sehingga bisa segera dilimpahkan ke pengadilan,” harapnya.

Terkait status tersangka, Suhono mengaku saat ini tidak ditahan. Alasannya, tersangka selama ini kooperatif dan tidak menunjukkan unsur kemungkinan melarikan diri atu merusak barang bukti. ”Ya nanti kalau sudah P21 atau berkas dinyatakan lengkap, statusnya tergantung jaksa. Bisa ditahan juga bisa tidak,” paparnya.

Kasus dugaan korupsi PNPM itu bermula dari progam simpan pinjam dan usaha ekonomi produktif yang macet. Ada 11 kelompok yang pada tahun 2006 mengalami kemacetan. Setelah diselidiki, ternyata penerima progam tersebut fiktif. Sehingga saat mengembalikan orang yang tercantum namanya tidak ada.

Diduga hal itu terjadi lantaran tersangka meloloskan verifikasi proposal pengajuan. Di mana kebetulan Sri Mulyani menjabat sebagai bendahara pengelola kegiatan. (dhy/sad)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: